Tausyiah K.H.Thoyib Al Uswah Gunungpati di Peringatan Isro' mi'roj Lemahireng Bawen 2015

Share it:


Malam minggu pada tanggal 16 Mei 2015 Desa Lemahireng Bawen menjadi hiruk pikuk lantaran seluruh warga khusus nya RW III berjubel di pelataran Mushola Al Ikhsan.Mereka berbondong - bondong menghadiri pengajian dalam rangka Isro' mi'roj Nabi Muhammad SAW. Kali ini penyelenggara yakni Pihak BKM menghadirkan seorang penceramah dari Gunungpati Kota Semarang yaitu  K.H Muhammad Thoyib farchany al-hafidz

Abah ThoyyibBeliau adalah pengasuh yayasan pondok  pesantren Al Uswah yang beralamat lengkap di  desa Pakintelan kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Yakni di sebuah pegunungan sejuk perbatasan Kota Semarang. Yayasan Pondok Pesantren Al-Uswah sendiri didirikan oleh KH. M. Muchlisin (Alm). Dan sekarang diasuh oleh beliau KH. M. Thoyyib Farchany Al-Hafidz, yang merupakan putera tertua almarhum.
Yayasan Pondok Pesantren Al-Uswah terbuka untuk semua kalangan. Majlis Ta’lim yang diperuntukkan bagi umum, Pesantren bagi mereka yang ingin mendalami agama yang mulai lenyap, SMP-SMA Al-Uswah Semarang sebagai pendidikan formal, TPQ Al-Uswah wadah anak-anak belajar baca tulis kitab Allah SWT. Berbagai macam Majlis Mujahadah sebagai jalan kita lebih dekat kepada sang Khaliq SWT.

Acara sendiri di mulai jam 20:00 waktu setempat sesai rencana awal. Acara di buka dengan pembacaan Tilawatil Qur'an yang di lantunkan oleh beliau Bapak Haji Cipto dari Kalisalak Lemahireng.Kemerduan suara khas beliau mampu manghanyutkan semua hadirin sehingga suasana riuh terutama dari pihak ibu-ibu dengan sekejab menjadi hening. Hanya lantunan surat Al Isro' yang terdengar di lokasi di adakan nya pengajian.


Serangkaian acara demi acara terlampaui sebagaimana mestinya dan sampai pada saatnya yaitu acara inti yaitu tausiyah yang di sampaikan oleh pak kyai. Beliau menjelaskan tentang pentingnya menjalankan syariat islam bagi seorang muslim.Meskipun berbagai godaan yang bertubi-tubi selalu menghambat kedekatan seorang muslim kepada Allah SWT.Bahkan saat ini menjadi seorang muslim sangatlah berat karena kondisi kemajuan teknologi pada faktanya semakin menggerus kadar keimanan seorang muslim apabila ikut larut dalam arus nafsu dunia.

Dengan pembawaan dan gaya bahasa yang santai membuat seluruh hadirin mengikuti dengan khitmad. Sesekali disisipi guyonan segar sehingga membuat para hadirin tersenyum malu karena merasa bersalah belum bisa menjalankan syariat islam secara  benar alias hangat-hangat tahi ayam. Waktu di lokasi pengajian seolah-olah akan segera menjalankan wejangan pak kyai,tetapi setelah sampai rumah boro-boro menjalankan lha wong pesan-pesan di pengajian saja lupa. Lha esok harinya kembali dengan kebiasaan hari-hari sebelumnya.. Begitulah sedikit sindiran pak kyai kepada semua hadirin.

                                  
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam 12 malam sehingga pengajian harus segera usai. Sebagaimana di ketahui bahwa kegiatan ini adalah serangkaian dari program BKM atau Badan Kesejahteraan Masjid yang serius dalam mengajak warganya untuk semakin meningkatkan iman dan takwanya kepada Allah SWT.BKM sendiri adalah salah satu organisasi keagamaan  yang ada di masyarakat RW III.

Bersama wujudkan persatuan umat
Share it:

berita

Random

Post A Comment:

0 comments: